SEMA 1/2026 Tentang Mekanisme Keadilan Restoratif

Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Implementasi KUHP 2023 dan KUHAP 2025, dalam Lampiran angka III, angka 2, huruf b mengatur:

MEKANISME KEADILAN RESTORATIF (MKR):

o Permohonan Penetapan atas penghentian penyidikan/penuntutan berdasarkan MKR diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri sesuai daerah hukum.

o Tindak pidana yang ancaman pidananya 5 (lima) tahun penjara, dapat dilaksanakan MKR dan tidak dikecualikan dari pelaksanaan MKR.

o Penghentian penyidikan/penuntutan berdasarkan MKR yang telah disahkan dengan penetapan ketua pengadilan negeri tidak dapat diajukan praperadilan.

1) MKR PADA TINGKAT PENYIDIKAN

a) Surat perintah penghentian penyidikan dimintakan Penetapan kepada ketua pengadilan negeri dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja.

b) Penetapan ketua pengadilan negeri dikeluarkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak permohonan diterima.

c) Permohonan Penetapan dilampiri paling sedikit:

1. surat kesepakatan penyelesaian perkara yang ditandatangani oleh tersangka, korban, dan penyidik,

2. surat perintah penghentian penyidikan; dan

3. bukti pelaksanaan isi kesepakatan telah dilaksanakan seluruhnya.

d) Hal-hal yang diperiksa:

1. kesesuaian basil kesepakatan dengan ketentuan KUHAP;

2. pemenuhan syarat MKR; dan

3. pemenuhan pengecualian tindak pidana yang tidak dapat diselesaikan dengan MKR.

e) Dalam hal permohonan tidak memenuhi syarat, ketua pengadilan negeri menerbitkan Penetapan pengembalian berkas.

f) Dalam hal permohonan memenuhi syarat, ketua pengadilan negeri menerbitkan Penetapan yang menyatakan sah Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan.

g) Penetapan disampaikan kepada Penyidik dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari sejak ditetapkan.

 

2) MKR PADA TINGKAT PENUNTUTAN

a) Surat ketetapan penghentian penuntutan dimintakan Penetapan kepada ketua pengadilan negeri dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja.

b) Penetapan ketua pengadilan negeri dikeluarkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak permohonan diterima.

c) Permohonan Penetapan dilampiri paling sedikit:

1. surat kesepakatan penyelesaian perkara yang ditandatangani oleh Tersangka, Korban, dan Penuntut Umum;

2. surat perintah penghentian penuntutan; dan

3. bukti pelaksanaan isi kesepakatan telah dilaksanakan seluruhnya.

d) Hal-hal yang diperiksa:

1. kesesuaian hasil kesepakatan dengan ketentuan KUHAP;

2. pemenuhan syarat MKR; dan

3. pemenuhan pengecualian tindak pidana yang tidak dapat diselesaikan dengan MKR.

e) Dalam hal permohonan tidak memenuhi syarat, ketua pengadilan negeri menerbitkan Penetapan pengembalian berkas.

f) Dalam hal permohonan memenuhi syarat, ketua pengadilan negeri menerbitkan Penetapan yang menyatakan sah Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan.

g) Penetapan disampaikan kepada Penuntut Umum dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari sejak ditetapkan.


TOPIK POPULER

Contoh Kesimpulan Penggugat di PHI

Contoh Surat Permohonan Perundingan Bipartit Pertama (I) oleh Pekerja

Contoh Surat Kuasa Bipartit dan sekaligus Mediasi Memakai Pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh

Contoh 3 Gugatan Perselisihan Hubungan Industrial

Contoh 2 Kontra Memori Kasasi di PHI

Replik | Contoh di Pengadilan Hubungan Industrial

Pdf SK UMP Sumatera Selatan Tahun 2026

Contoh Kesimpulan Tergugat di Pengadilan Hubungan Industrial

Jawaban | Contoh di Pengadilan Hubungan Industrial